Pernahkah anda mendengar alternatif rangka atap yang bukan terbuat dari kayu? Sekarang rangka atap jenis ini sudah banyak diaplikasikan, lho. Atap Galvalum namanya. Atap Galvalum merupakan atap yang terbuat dari baja berkualitas tinggi yang ringan dan tipis. Atap yang biasa dikenal dengan baja ringan ini merupakan atap dengan metode yang diadopsi dari Jepang. Lalu, apa kelebihan atap galvalum ini? Simak penjelasan yuk.

Atap Galvalum Lebih Awet

Perbedaan yang paling mencolok dari penggunaan atap Galvalum adalah dari tingkat ketahanan rangka atap. Berbeda dengan atap kayu yang berpotensi lapuk dan habis dimakan rayap, atap Galvalum lebih awet karena terbuat dari baja.

Terlebih, atap jenis ini terbuat dari material logam yang anti karat. Sehingga sangat cocok untuk bangunan yang berlokasi di daerah lembab atau memiliki curah hujan tinggi. Atap Galvalum dapat bertahan di berbagai perubahan cuaca. Selain itu, atap Galvalum memiliki material khusus bernama zincalum yang membuatnya tidak memiliki nilai muai susut, seperti pada kayu.

Lebih Ringan

Selain lebih awet, atap Galvalum memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan atap kayu. Galvalum merupakan kombinasi material baja ringan dan alumunium yang lebih tipis dibanding triplek atau kayu. Dengan beban konstruksi yang ringan, Sahabat Jago Bangunan tidak perlu khawatir dengan ketahanan dan kekuatan konstruksi lain, seperti pondasi, dinding, dan kolom.

Bobot atap Galvalum yang ringan akan menghemat waktu pengerjaan bangunan yang biasanya terkendala karena massa kayu yang berat. Proses pemindahan atap Galvalum dari satu tempat ke tempat lain pun menjadi lebih cepat. Selain tidak merepotkan saat dibawa, juga mengurangi resiko kecelakaan saat pengerjaan atap.

Tahan Gempa

Meski terbuat dari baja ringan, atap Galvalum memiliki ketahanan yang tinggi. Atap jenis ini, memiliki kekuatan tegangan tarik mencapai 550 Mpa, hampir dua kali lipat kekuatan tegangan tarik baja konvensional yang hanya berkisar 300 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa atap Galvalum dapat menahan keruntuhan sekaligus menjaga kestabilan bangunan. Rangka atap Galvalum ini dapat bertahan hingga 50 tahun.

Sebagaimana sifat baja ringan yang lentur, atap Galvalum mempunyai struktur yang fleksibel. Hal ini membuatnya tidak mudah patah. Ditambah, adanya kandungan zincalum yang memiliki sistem perlindungan khusus terhadap api atau “fire resistance”. Hal ini membuat api sulit untuk membesar ataupun merambat melalui material jenis ini.

Keunggulan lain atap jenis ini adalah rangka yang dapat didaur ulang. Setelah dibongkar, material atap baja ringan masih dapat digunakan untuk membuat konstruksi bangunan lain. Selain menghemat biaya konstruksi selanjutnya, daur ulang ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan merawat kelestarian hutan yang banyak dimanfaatkan kayunya untuk membuat atap rumah.

Hubungi Kami Sekarang Juga 081212151977

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *